Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Masihkah Kita Minum ‘Kola’ dan Makan ‘Fried Chicken’?

Filled under:



Oleh: Abu Umar
SEORANG teman saya mengatakan prinsip saya dan keluarga saya lebay. Salah satunya karena saya dan keluarga saya—istri dan anak-anak saya—sejak tahun 2009, tak pernah lagi mau membeli semua produk yang dibuat oleh Yahudi.
“Lo ini cuman sendirian. Kagak ngaruh kali,” ujarnya ketika itu kira-kira. Tapi saya tidak terkejut. Di tahun 2001, Ketika masih jadi seorang wartawan sebuah majalah Islam di Ibukota, saya pernah mewawancarai seorang tokoh Islam, meminta pendapatnya bagaimana soal boikot produk Amerika (Yahudi), dan jawabannya: “Boikot produk Yahudi tidak realistis. Mau pake apa kita kalau tak memakai produk mereka? Dari mulai kamar mandi, sampai teras rumah, semua yang bikin orang Yahudi.”
Awalnya saya ketika itu masih merasa aman-aman saja membeli minuman kola. Namun ketika Gaza 2009 meletus dan anak-anak saya melihat sendiri lewat internet akan kebiadaban Israel kepada anak-anak Palestina, saya dan keluarga sepakat, kami memakai produk-produk dari mereka, hanya ketika itu sudah jadi opsi terakhir.
Banyak perjuangan yang kami rasakan ketika kami memulai hidup tanpa produk Yahudi. Misalnya saja, belanja bulanan. Jika sebelumnya kami hanya cukup pergi ke satu swalayan saja, tapi kemudian sekarang kami harus muter-muter berbagai toko, masuk ke pasar-pasar. Sepanjang kami bisa, kami melakukannya. Capek memang, kelihatannya. Dan ribet—di zaman seperti sekarang ini yang notabene belanjaan bisa didrop di satu tempat saja.
Tapi istri saya mengingatkan, “Capeknya kita tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan rakyat Palestina di sana. Ini juga akan menjadi sesuatu yang berkesan bagi anak-anak. Ini bukan semata-mata urusan boikot satu keluarga kita saja terhadap produk-produk Yahudi, tapi juga mudah-mudahan ada pembelajaran buat mereka dalam soal aqidah.”
Kalau sudah begitu, saya selalu bersemangat kembali.
Namun, yang membuat saya dan istri haru adalah sebuah peristiwa. Ketika kami berdua tengah berada di luar kota berhari-hari menunggui bayi kami di rumah sakit, dua orang anak kami diajak jalan-jalan oleh nenek, bibi-bibi, dan sepupunya. Mereka makan fried chicken yang sudah sangat terkenal. Semua orang yang mengajak mereka, makan freid chicken tersebut. Kedua anak kami, yang masih di bawah delapan tahun, dengan tegas menolaknya dan memilih makanan yang lain.
Ketika bibinya memberitahukan kami soal itu lewat telepon, istri saya diam-diam menangis.
Sekarang, empat tahun dari 2009 dari sejak Gaza diinvasi Israel, kami sekeluaga menyaksikan kembali bagaimana Palestina dibantai oleh Yahudi. Empat tahun dari 2009, Alhamdulillah kami masih tetap pada pendirian kami menolak membeli produk Yahudi. Kami masih bisa hidup. Ada beberapa hal lain yang memang tak bisa dihindarkan, namun seperti itulah kami menjalani hidup. Kami sama sekali tak merasa jadi orang besar karena ini. Namun kami yakin, sekecil apapun perjuangan kami, semoga bisa memberi arti untuk Palestina. Aamiin.

Posted By Jabir Al Hayyan07.31

Cara Melaksanakan Shalat Dhuha

Filled under:




SHALAT Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik (kira-kira jam 9.00). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : “Allah berfirman : ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha), niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya’,“ (HR.Hakim dan Thabrani).
Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha
“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
Cara melaksanakan Shalat Dhuha :
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut :
  1. Berniat
  2. Membaca doa Iftitah
  3. Membaca surat al Fatihah
  4. Membaca satu surat dalam Alquran.
  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  6. I’tidal dan membaca bacaannya
  7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  8. Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaanya
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh di atas.

Posted By Jabir Al Hayyan07.23

50 Badan Amal Dunia Ternyata Penipu

Filled under:



SAAT Anda memberikan donasi kepada badan amal, maka yang diharapkan adalah Anda dapat menolong orang-orang yang tertimpa bencana alam, kelaparan, sakit kanker, menyelamatkan hewan dan lingkungan, serta tujuan mulia lainnya.
Namun, sedikit orang berpikir bahwa uang yang diberikan ke badan amal ternyata masuk ke kantung pribadi pengelolanya. Namun, baru-baru ini terungkap bahwa sekira 50 badan amal besar dunia hanya menyalurkan kurang dari 4% dana yang mereka terima untuk tujuan sebenarnya. Sisanya, 96% sumbangan yang mereka terima masuk ke kantong pendiri amal, penyelenggara, dan pengacara.
Contohnya adalah Yayasan Kids Wish Network di AS, sebuah badan amal untuk anak-anak terlantar. Mereka berhasil mendapatkan sumbangan tak kurang dari 125 juta dolar (sekira Rp 1,25 trilyun). Dari keseluruhan dana tersebut, 110 juta dolar langsung masuk kantong pengacara dan 4 juta dolar ke kantong si pendiri amal. Badan amal ini telah dikenal berbohong kepada donatur dan mengatur konsultasi penggalangan dana demi rekening bank mereka.
Bahkan, ada badan amal yang seolah “Mengejek,” si penerima dana yang seharusnya. Contohnya Badan Amal Cancer Fund of America, yang telah menerima 100 juta dolar (sekira Rp 1 trilyun) adalah untuk kepentingan pasien kanker. Namun, kenyataannya badan amal ini hanya memberi pernak-pernik kurang berguna bagi pasien, seperti piring kertas dan serbet ke penderita kanker yang sedang berjuang antara hidup dan mati. [sm/islampos/smartison].

Posted By Jabir Al Hayyan07.17

Curhat Guru Ngaji

Filled under:



Oleh: Dedih Mulyadi
SAMPAI sekarang saya MASIH BERTANYA?
1. Kenapa ANAK SEKOLAH diharuskan mengikuti KURSUS/LES di luar jam SEKOLAH untuk membantu materi-materi yang akan diujikan di UN.
2. Kenapa guru-guru juga menganjurkan murid-muridnya untuk ikut kursus? Terus mereka ngapain aja di sekolah?
3. Kalau demikian, apa FUNGSI belajar di sekolah? Yang mewajibkan murid-muridnya untuk:
- masuk selama seminggu,
- masuk dari pagi sampai siang/sore
- Memberikan setumpuk PR dan tugas-tugas lainnya
- Membayar uang SPP, Bangunan, Buku dll
- tetapi belum bisa menjamin kelulusan ANAK DIDIKNYA, lalu menganjurkan mereka masuk LES/KURSUS tambahan?
4. Apa fungsi sekolah kalau sudut pandang anak didiknya hanya ingin lulus dan dapet ijazah saja?

Dampaknya ketika di RUMAH:
1. Pulang dari sekolah plus LES sampai sore kadang MALAM,
2. Waktu mereka semua terforsir untuk sekolah dan LES
3. Ketika di Rumah sudah dalam kondisi lelah seharian.
4. Berangkat MENGAJI dari sisa-sisa tenaga yang sudah terforsir seharian.
5. Guru NGAJI sepi peminat, karena anak-anak NGAJInya jadi BELANG BENTONG (Istilah sering tidak hadir)
6. Hilanglah nilai-nilai AGAMA dalam kehidupan mereka
7. Melampiaskan dengan kegiatan-kegiatan GALAU: Curhat di jejaring sosial, mengidolakan BOY BAND euuuh… sms-an, bahkan hingga TAWURAN dll.. Na’udzubillah
8. MAU SAMPAI KAPAN? []

SOLUSI:
1. BUAT SEKOLAH,
- tingkatkan kualitas dan produktivitas GURU dan MURID jadi gak perlu lagi ada les tambahan segala.
- Guru dan SEKOLAH harus memiliki JIWA PENGAJAR bukan BISNIS ORIENTED
2. BUAT PEMERINTAH,
- membimbing, memperhatikan dan mengkoordinir GURU NGAJI dan IMAM MASJID supaya materi-materi dan wawasan keagamaan mereka lebih terpadu sehingga kualitasnya pun terjamin
- Membuat kebijakan bahwa ilmu Agama adalah syarat mutlak KELULUSAN SEKOLAH
3. BUAT ORANG TUA, Jangan menyerahkan pendidikan anak hanya kepada SEKOLAH.
4. BUAT SEMUA, ini adalah tugas bersama. sudah saatnya PEMERINTAH, SEKOLAH, dan MASYARAKAT duduk BERSAMA mencari solusi-solusi kongkrit lainnya.

Posted By Jabir Al Hayyan07.16